Imron Rosyadi, guru SMKN 2 Pasuruan kemarin datang menghadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Bashori Alwi di kantornya di Jl Dr. Wahidin Pasuruan. Di tangan Imron Rosyadi terselip sebuah buku cukup tebal. Kertasnya berukuran A4.

Buku itu punya judul menantang: Mau Jadi Remaja Idola? Baca Dong!. Menurutnya, buku itulah yang sudah dikirimkannya dalam lomba penulisan buku non fiksi pengayaan bidang IPS yang digelar di tingkat nasional baru-baru ini.

“Saya menulisnya khusus untuk diikutsertaan dalam lomba penulisan yang digelar oleh pusat perbukuan nasional di Jakarta. Alhamdulillah, ternyata berhasil meraih juara II,” ungkap Imron Rosyadi.

Sehari-harinya, Imron memang tergolong sebagai guru yang rutin menulis. Sebelum ini, sebuah tulisannya juga pernah mendapat juara III untuk kompetisi yang sama. Ketika itu dia menghasilkan karya tentang Menulis Karya Ilimiah.

Aktivitasnya menulis juga sudah diakui langsung oleh kalangan penerbit. Terbukti sebuah buku karyanya berhasil menarik perhatian penerbit Kanisius dari Yogyakarta. Bahkan sempat diterbitkan, dengan judul Menulis, Siapa Takut?

Sebelum Imron sempat bercerita banyak, tiba-tiba datang seorang guru lainnya. Dia adalah Sri Asih. Guru SMPN 9 Pasuruan yang juga berjaya dalam ajang penulisan buku tingkat nasional yang digelar Pusbuk tersebut.

“Saya dan pak Imron memang sama-sama mengikuti lomba penulisan yang digelar khusus untuk guru tersebut. Hanya saja, kriterianya beda. Untuk yang saya ikuti adalah lomba penulisan buku non fiksi IPA untuk SMP,” jelas Sri Asih.

Mengenakan blus warna merah hati, dengan jilbab senada, Sri Asih tampak cantik. Dia mengaku baru saja menyelesaikan tugas mengajarnya. Dalam waktu dekat, juga sedang mempersiapkan berangkat untuk lomba keberhasilan guru (LKG). Juga tingkat nasional.

Perjuangan Imron, dan Sri Asih dalam lomba penulisan buku tersebut tidaklah mudah. Mereka harus bisa membuat tulisan terbaik untuk mengalahkan 818 karya tulis yang masuk dari guru seluruh Indonesia.

Dan kabar gembira itupun mereka terima di awal November lalu. Imron, dan Sri Asih diundang secara khusus oleh Pusbuk Nasional setelah dinyatakan sebagai finalis. Mereka harus mengikuti sesi penentu juara 1,2 dan 3 melalui tes wawancara.

Di hasil akhir, akhirnya Imron dinyatakan layak sebagai juara 2 untuk kategori non fiksi IPS, dan Sri Asih sebagai juara III pada kategori non fiksi IPA.

Tidak hanya dua prestasi ini saja yang berhasil mereka boyong pulang ke Pasuruan. Untuk Imron misalnya, dia sukses meraih gelar lima besar terbaik untuk lomba blog nasional bagi para guru.

Di Kota Pasuruan, guru Bahasa Indonesia, yang juga merangkap dosen di STKIP PGRI Kota Pasuruan ini juga dikenal sebagai pendidik yang piawai menggunakan IT. Bahkan untuk proses pembelajaran dia selalu memprioritaskan pemanfaatan multi media dalam rangka memudahkan proses belajar mengajar.

“Di lomba itu saya buat blog kebahasaan dengan alamat guru-umarbakri-blogspot.com,” paparnya.

Yang dinilai dalam lomba blog adalah konten (isi) yang diangkat. Imron mencoba mengemukakan fakta penggunaan bahasa yang seringkali salah di kalangan masyarakat. Juga soal ketidakefektivan atau pemborosan kalimat.

Tanpa dia duga, dengan pesaing sebanyak 400 orang, blognya dinyatakan masuk lima besar terbaik. Yakni sebagai juara harapan II.

Rekannya, Sri Asih juga tidak mau kalah. Agaknya momen peringatan hari guru menjadi hari keberuntungan mereka berdua. Jika Imron juara untuk lomba blog nasional, Sri Asih menang dalam juara kreativitas, dan inovasi pembelajaran guru.

Untuk kompetisi yang pesertanya juga membludak itu, guru berjilbab ini mencoba mengangkat tema inovasi pembelajaran pemanfaatan wayang imitasi, dan musik laras pawon untuk belajar menulis naskah drama.

Gaya penulisan Sri Asih yang cukup khas, ternyata kembali menorehkan prestasi membanggakan bagi daerahnya. Seperti halnya Imron, dia juga tercatat sebagai lima besar jawaranya.

Empat prestasi sekaligus yang diumumkan hampir dalam waktu yang bersamaan ini, agaknya tidak mampu membuat kedua guru itu cepat puas. Sekarang inipun, mereka malah sudah mempersiapkan karya terbarunya untuk diikutkan dalam lomba penulisan buku tahun 2010.

Bahkan Imron mengaku sudah menyiapkan judul unik untuk karya tulisnya nanti. “Judulnya Juragan-Juragan Cilik. Tapi tentang bagaimana isinya masih rahasia. Biar jadi kejutan,” ungkap Imron blak-blakan.

Atas prestasi yang sudah diraih dua guru ini, Kadispendik Bashori Alwi menyatakannya sebagai kado terindah untuk peringatan Hari Guru ke-16 bagi Kota Pasuruan. “Ini merupakan prestasi yang tidak disangka-sangka. Tepat di hari guru, ada empat gelar sekaligus yang diraih dua guru. Semoga prestasi ini bisa diikuti oleh guru-guru lainnya,” tegas Bashori Alwi.

disalin dari Jawapos 26 Nopember 2009

link http://jawapos.com/